AMAT lagi seru banget baca-baca blog temannya di kosan sembari sok sok denger lagu barat, pas ada teman kosannya tau tau nongol di pintu kamar dan langsung tereak manggil manggil. Amat kaget, dan mendongak dari komputernya...dengan sengit amat ngeliat temannya, yang ternyata temannya ga menyadari kalau amat sebenernya sedikit terganggu. Temannya tetap aja bercerita panjang lebar. Meski agak terganggu, jiwa sosial amat mendorong ia bangkit dari tempat duduk komputernya dan membiarkan temannya membaca naruto chapter terbaru yang sedari tadi doi peributkan.
Sebenernya Amat pun gemar membaca naruto, namun moodnya saat itu seakan tidak mengizinkan dirinya membaca chapter teranyar yang ditunggu tunggu maniak naruto diseluruh belahan dunia. Amat beranjak dari kamarnya meninggalkan temannya yang sudah terbuai dalam dunia ninja. Yap, dunia ninja di naruto memang menarik sekaligus aneh. Orang yang belum mengerti betapa menariknya naruto akan menganggap para pembacanya aneh atau freak! yah untungnya si Amat ini cuek, tak terlalu memperdulikan apa kata orang. Prinsip doi mah simple, yang penting masih bisa makaan!
Diluar hujan mulai deras. Pikiran kosong Amat lambat laun terisi setelah beberapa kali terdengar suara petir menyambar nyambar dengan bunyi keras. Sampai di beranda, Amat jadi terbayang akan seorang karakter dalam komik naruto yang bernama Shikamaru Nara, seorang yang jenius dalam berpikir namun semuanya dibuat sederhana bahkan dalam impian.
Aku hanya ingin hidup seperti awan. Bebas, dan tenang. Ketika aku tua nanti, aku mempunyai seorang istri yang biasa,tidak cantik tapi tidak jelek, dan mempunyai 2 anak, satu laki-laki dan satu perempuan, lalu aku meninggal duluan, dan begitulah kehidupanku berlangsung. Sayangnya semua tidak semudah itu, merepotkan sekali!
"Haha," Amat tertawa kecil mengingat impian sederhananya 11 12 dengan impian shikamaru.
Tapi apa memang hidup sesederhana itu menarik? Tapi kenapa harus wanita biasa aja yang timbul dalam impian? Tau ga lo, kalo awan itu ga selamanya tenang, kaya sekarang! Dan sekali lagi kenapa mesti wanita biasa sih???
Rentetan pertanyaan itu terlontar dalam hati Amat. Bahkan dalam khayalan pun Amat ga mampu menjawab pertanyaan sendiri. Hha, si cowok berkaca mata bulat ini memang aneh, belum hatinya berusaha menstimulus otak mencari jawaban, otaknya udah cepet cepet bikin khayalan baru, "biar ga repot cyyn!gampangan ngayal daripada mikir," kata otaknya. -hehe!-
Satuan menit pun berlalu. Amat jadi agak-agak sombong ama keadaan sekitar. Iya donk, ngapain juga menyadarkan diri kembali ke dunia nyata yang fana, padahal dunia fana yang seakan akan nyata jauh lebih menarik. Amat sendiri pun tidak menyadari timbul pikiran seperti itu, sampai Allah menyadarkan Amat lewat suara petir yang jauh lebih keras dari sebelumnya.
Amat yang seketika tersadar segera istigfar sambil mengelus dadanya, disusul helaan napas yang panjang.
"hhh..ya ampun...."
Amat sekarang cuma bisa garuk-garuk kuping, binggung mao ngapain.
***
Di musbun, kunyit yang lagi asyik-asyiknya menghayal di dalam tidurnya juga terbangun mendengar suara petir. Kunyit pun seketika tersadar, linglung.
"meoo..ng.."
Kunyit sekarang cuma bisa garuk-garuk kuping, binggung mao ngapain.